Sabtu , 24 Oktober 2020

Asuransi apa yang terbaik di Indonesia?

QuestionsKatagori: InsuranceAsuransi apa yang terbaik di Indonesia?
Tatang asked 3 tahun ago

Dear DSS Consulting Team
Alhamdulillah saya baru saja diberi karunia anak satu bulan yang lalu, saya masih bingung dalam meberikan asuransi untuk anak saya. mana yang lebih baik asuransi kesehatan apa asuransi pendidikan?
terima kasih

1 Answers
Syarif Yunus Staff answered 3 tahun ago

Sering kali kita menyamakan tabungan pendidikan dengan asuransi pendidikan. Hal tersebut memang kerap terjadi di kehidupan kita sehari-hari, mengingat kedua produk ini memiliki tujuan yang sama, yaitu pembiayaan pendidikan. Di media cetak sering kali kita membaca pengaduan dari masyarakat bahwa nilai tabungan pendidikan mereka malah sering berkurang. Usut punya usut, ternyata nasabah tersebut memang salah dalam memilih. Dia memilih asuransi pendidikan bukannya tabungan pendidikan. Karena asuransi pendidikan unit link dipengaruhi juga dengan kinerja investasi, maka sangat mungkin tabungan malah berkurang. Kedua produk ini sekilas sangat mirip, yaitu keduanya sama-sama menawarkan fasilitas dana pendidikan, memberikan proteksi asuransi, dan investasi. Padahal keduanya memiliki resiko dan karakteristik yang sangat berbeda. Lantas, di mana perbedaannya?

Perbedaan Mendasar Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan
Tabungan pendidikan, atau dengan sebutan lain tabungan rencana, termasuk ke dalam tabungan berjangka yang merupakan produk keuangan yang dikeluarkan oleh bank. Oleh karena itu, tabungan pendidikan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, yang artinya jika nanti terjadi kasus bank tempat Anda menabung mengalami kebangkrutan, nilai tabungan Anda akan tetap aman.
Di sisi lain, asuransi unit link bukan produk bank dan tidak dijamin oleh LPS. Asuransi unit link merupakan produk perusahaan asuransi. Apabila Anda menjumpai layanan ini di bank, maka bank semata-mata hanyalah berperan sebagai agen penjual unit link. Pada prinsipnya, tabungan adalah tempat ideal untuk menjaga keutuhan modal. Berbeda dengan asuransi unit link yang fungsinya fokus pada dua aspek, yaitu sebagai pelindung sekaligus tabungan atau investasi.
Kemudian, tabungan pendidikan adalah produk tabungan berjangka yang biasanya memiliki jangka waktu 2 tahun ke atas. Dengan tabungan pendidikan, Anda harus menyetorkan sejumlah dana setiap bulan secara rutin hingga waktu jatuh tempo. Lain cerita dengan asuransi pendidikan. Pada dasarnya, produk ini adalah kombinasi antara produk tabungan dan asuransi jiwa berjangka. Sistem kerjanya yaitu dengan menghimpun dana dari nasabah dan memanfaatkan saldo tabungan tersebut sebagai jaminan atas pendidikan anak. Misalnya, pada saat masuk SD, SMP, SMA atau perguruan tinggi, pihak asuransi akan mengeluarkan sejumlah uang yang diambil dari saldo tabungan Anda sendiri untuk membiayai keperluan pendidikan tersebut. Dan apabila si orang tua tersebut meninggal dunia, maka tabungan otomatis disetorkan dan biaya pendidikan tetap bisa dijamin.

Kelebihan Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan
Jika Anda menabung di tabungan pendidikan atau tabungan rencana, maka tingkat keuntungan atau bunga yang Anda dapatkan tentu cocok dengan ketetapan bunga sesuai dengan kesepakatan. Maka, dengan menabung di tabungan pendidikan atau rencana, Anda akan mendapatkan bunga sebesar yang telah ditetapkan tersebut dan tabungan Anda tidak akan mungkin berkurang.
Sebaliknya, return atau tingkat keuntungan yang Anda dapatkan di asuransi pendidikan unit link tidaklah pasti atau tidak tetap. Hal tersebut dipengaruhi oleh kinerja investasi dan risiko investasi itu sendiri. Sebagai contoh, jika Anda memilih reksadana saham sebagai instrumen investasi maka naik-turun harga saham dan kondisi pasar modal akan sangat mempengaruhi fluktuasi nilai dana investasi dalam asuransi unit link Anda.
Oleh karena itu, return yang Anda dapatkan dari asuransi unit link bisa rendah, tetap, atau bahkan bertambah. Ada keuntungan lain yang ditawarkan oleh asuransi unit link yaitu adanya kesempatan untuk melipatgandakan simpanan. Oleh sebab itu, jika Anda adalah orang yang bertipe agresif dalam berinvestasi, maka tidak ada salahnya juga memilih asuransi pendidikan unit link sebagai kendaraan jaminan atas pendidikan anak.
Dari sebuah riset oleh ZAPFIN Research Division, ditemukan bahwa rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mencapai 15% per-tahun. Melihat fakta bahwa tabungan pendidikan hanya memberikan sekitar 6% per tahun dari dana pokok, maka rasa-rasanya akan sulit untuk mencapai tujuan pendidikan dengan tabungan. Sebaliknya, jika memilih asuransi maka akan ada faktor kinerja investasi dan gejolak pasar yang membuat return jadi tidak menentu karena nilai saham dapat turun sewaktu-waktu.
Memang mempersiapkan dana pendidikan itu tidaklah mudah. Tetapi akan lebih baik apabila Anda mempersiapkannya sedini mungkin. Jika sejauh ini Anda sudah memiliki tabungan pendidikan, maka pertanyaannya adalah kendaraan investasi apa yang Anda gunakan, jangka waktunya sudah tepat atau belum, dan lain sebagainya. Pada saatnya nanti, keberhasilan rencana Anda dalam menyiapkan dana pendidikan, sangat tergantung oleh strategi yang Anda lakukan sejak dini. Oleh sebab itu, jika memang harus diperlukan maka untuk menggunakan jasa perencana keuangan memang sangat disarankan.

× Chat me