Jumat , 25 September 2020

DSS Consulting Sukses Selenggarakan Seminar “#1 Indonesia Retirement Outlook (IRO) 2018”

DSS Consulting sebagai konsultan manajemen di bidang dana pensiun, asuransi, dan asset manajemen berhasil menggelar perhelatan akbar dalam bentuk Seminar Internasional “#1 Indonesia Retirement Outlook (IRO) 2018”. Dibuka oleh Bapak Andra Sapta (Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS TK IKNB OJK), IRO 2018 dihadiri sekitar 300 peserta dengan menampilkan 19 pembicara yang kompetens di bidang dana pensiun secara marathon dalam kurun waktu satu setengah hari, 24-25 Oktober 2018 di Hotel Bidakara Jakarta.

IRO 2018 dapat dikatakan sebagai ajang seminar dana pensiun terbesar dan paling komprehensif dalam satui dekade terakhir di Indonesia. Dengan dukungan dari Perkumpulan DPLK (PDPLK) dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), IRO 2018 bertujuan untuk memacu pertumbuhan industri dana pensiun di Indonesia. Dengan mengambil tema “Revitalisasi program pensiun sebagai indikator kemajuan Negara dan alternatif pendanaan jangka panjang”, IRO 2108 diharapkan dapat memformulasikan keberadaan industri dana pensiun di Indonesia dalam skema yang lebih pas, di samping dapat memastikan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

“Melalui IRO 2018 ini, diharapkan dapat menghasilkan lansekap dan strategi program pensiun di Indonesia sebagai alternatif pendanaan jangka panjang. Pekerja dan pemberi kerja pun bisa memperoleh rekomendasi skema akan pentingnya merencanakan masa pensiun bagi setiap orang, bagi setiap pekerja. Karena kontribusi industri dana pensiun masih sangat rendah, sekalipun UU-nya sudah berjalan 26 tahun” ujar Syarifudin Yunus, Ketua Panitia IRO 2018 yang juga Senior Consultant di DSS Consulting.

IRO 2018 juga menegaskan perlunya melakukan revisi segera terhadap UU No. 11/1992 tentang Dana Pensiun yang telah melebihi seperempat abad. Belum lagi, tingkat inklusi keuangan dana pensiun di Indonesia yang tergolong masih sangat rendah, hanya 4,6% (OJK, Des 2016) dari sekitar 50 juta pekerja formal dan 70 juta pekerja informal di Indonesia. Maka kondisi ini, menjadikan sebagian besar pekerja di Indonesia berpotensi mengalami masalah keuangan di masa pensiun dan tidak mampu mempertahankan gaya hidupnya di hari tua. Maka dengan IRO 2018, diharapkan tercipta kesadaran kolektif antara regulator, praktisi, professional, pengusaha, pekerja, dan akademisi untuk ikut berkontribusi pemikiran dalam memajukan industri dana pensiun.

DSS Consulting sebagai perusahaan konsultan manajemen terbilang sukses menyelenggarakan #1 Indonesia Retirement Oultook (IRO) 2018 yang untuk kali pertama diselenggarakan ini. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi DSS Consulting kepada industri dana pensiun agar lebih bersinergi dan bersatu padu untuk melayani kebutuhan program pensiun yang kompetetif bagi masyarakat dan pekerja di Indonesia.

“Sungguh tidak mudah menyelenggarakan seminar internasional sebesar IRO 2018. Ada banyak hal yang harus “disamakan” seperti pembicara, peserta, tempat acara, dan konten acara itu sendiri. Saya mengucapkan terima kasih kepada PDPLK, ADPI, dan sponsor seperti Eastpring Investment, Manulife Asia, Tokio Marine Life Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan yang ikut menyukseskan IRO 2018” ujar Nur Hasan Kurniawan, Chairman DSS Consulting.

Adalah fakta hari ini, riset menunjukkan 70% orang Indonesia mengalami masalah keuangan di masa pensiun. Sementara usia harapan hidup diprediksi berada di usia 75 tahun pada tahun 2020. Maka persoalan masa pensiun menjadi hal serius yang harus dikedepankan. Maka tanpa upaya merevitalisasi program pensiun, bisa jadi bonus demografi Indonesia yang akan terjadi pada periode 2020-2030 bukan menjadi berkah tapi musibah. Karena rasio ketergantungan yang rendah dan penduduk usia produktif lebih banyak harus diimbangi dengan “kemauan kuat” untuk menabung saat bekerja untuk kesejahteraan di masa pensiun.

Berangkat dari kondisi itulah, IRO 2018 diselenggarakan agar industri dana pensiun bisa mendapat masukan dan mampu menyesuaikan dengan dinamika peradaban di era milenial. Agar industri dana pensiun tetap kompetitif dan mampu memenuhi harapan pekerja di Indonesia, di samping perlunya insentif regulasi yang berdampak pada pertumbuhan dana pensiun di Indonesia.

“Hari ini masih banyak orang yang menganggap sepele masa pensiun. Sementara 90% pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap untuk pensiun karena takut tidak punya dana yang cukup untuk membiayai kehidupan di masa pensiun. Karena itu, IRO 2018 digelar untuk memacu kesadaran masyarakat akan pentingnya merencanakan masa pensiun dengan cara menabung secara rutin untuk hari tua. Di samping semua pemangku kepentingan harus menyamakan persepsi tentang cara memajukan industri dana pensiun di Indonesia” ujar Syarifudin Yunus.

IRO 2018 menghimbau agar masyarakat lebih peduli terhadap masa pensiun. Karena pensiun bukan soal waktu tapi soal keadaaan. Mau seperti apa kita di masa pensiun?

Check Also

#1 Indonesia Retirement Outlook (IRO) Seminar 2018; Ajang Kolaborasi Pejuang dan Pegiat Dana Pensiun

IKUTILAH ajang kolaborasi pejuang n pegiat Dana Pensiun Indonesia paling SENSASIONAL Abad ini … #1 …

× Chat me